Cerita Wiryawan Pemilik KTP yang Diisukan Jadi Pelaku Bom Kampung Melayu


Cerita Wiryawan Pemilik KTP yang Diisukan Jadi Pelaku Bom Kampung Melayu

Warga Desa/Kecamatan Kebonpedes Kabupaten Sukabumi, Wiryawan Indra Wijaya (36 tahun) yang diisukan sebagai pelaku bom di Kampung Melayu, Jakarta mengaku terkejut. Pasalnya, pada saat kejadian ia bersama teman-temannya tengah dalam perjalanan pulang dari kegiatan ‘munggahan’ atau menyambut bulan suci Ramadhan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi.


‘’Awalnya ada Kanit di Polsek Kebonpedes datang ke rumah ngobrol biasa,’’ ujar Wiryawan ditemui di rumahnya di Kampung Ranji Tengah RT 02 RW 09 Desa/Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi Kamis (25/5). Selanjutnya kata dia polisi menanyakan alamat dan nama warga Kebenpedes yang bernawam Wiryawan.

Menurut dia, polisi itu juga terkejut karena ternyata warga yang diajaknya berbicara adalah orang yang diisukan sebagai pelaku bom bunuh diri di Jakarta. Pasalnya kata dia polisi sebelumnya mendapatkan informasi dari pesan Whatsapp (WA). Di mana, dalam pesan WA tersebut disandingkan KTP Wiryawan dengan salah satu foto terduga pelaku bom di Jakarta.

Selanjutnya, ungkap Wiryawan, polisi memintanya memberi keterangan di Kantor Polres Sukabumi Kota sekitar pukul 24.00 WIB. Pada saat pemeriksaan tersebut, polisi lebih menekankan kepada identitas yang ada di dalam KTP tersebut.

"Diperiksa sekitar tiga hingga empat jam mulai pukul 01.00 WIB hingga waktu azan subuh,’’ ungkap Wiryawan, yang sehari-harinya bekerja sebagai tukang serabutan seperti buruh bangunan. Polisi, kata dia, akhirnya membolehkannya pulang ke rumah karena dinilai tidak ada hubungannya dengan kejadian bom di Jakarta.

Menurut Wiryawan, ia menduga pencatutan KTP nya dinilai karena dokumen tersebut hilang. KTP yang dimilikinya hilang sekitar delapan bulan yang lalu di Bogor. Pada saat itu, ia bersama temannya mengalami kecelakaan di daerah Cimande.

Pada saat itu, ia dan temannya menitipkan sepeda motor ke sebuah pabrik dan meninggalkan identitas KTP. Namun ketika mengambil sepeda motor ia lupa mengambil dokumen tersebut.

Wiryawan mengatakan, pascapemeriksaan di kantor polisi ia hanya mengaku terkejut dan tidak mengalami trauma. "Hanya kurang tidur karena dari malam diperiksa di polisi,’’ ujar dia. [rol][www.tribunislam.com]

Sumber : muslimbersatu.net

Sebarkan...