Baru sampai Bandara Pontianak, Ketum FPI Diusir, Polisi Langsung Dikecam, 20 Mei Aksi Besar-besaran


Baru sampai Bandara Pontianak, Ketum FPI Diusir, Polisi Langsung Dikecam, 20 Mei Aksi Besar-besaran

Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) KH. Achmad Sobri Lubis langsung balik ke Jakarta, begitu tiba di Bandara Supadio Pontianak, Kalbar, pada Jumat (5/5) malam.


KH.Ahmad Sobri batal menghadiri Tabligh Akbar memperingati Isra Mi’raj 1438 H yang dilaksanakan di Masjid Agung Al-Falah, Mempawah, Kalbar, Sabtu pagi (6/5).

Sejumlah massa dari berbagai Ormas menggelar demonstrasi di Bundaran Digulis Untan sore kemarin (6/5).

Peserta aksi organisasi Islam yang diakui di negara ini tak dimusuhi.

“Kalau organisasi Islam itu, atau ulama Islam itu, sudah ditetapkan oleh Majelis Ulama Islam (MUI) sebagai sesat, silakan dibenci jika mau,” ujar Agus Setiadi, salah seorang peserta aksi, saat ditemui di sela-sela demonstrasi.

Selama tidak ada fatwa atau keputusan MUI yang menyatakan bahwa organisasi ataupun ulama Islam sesat, maka organisasi ataupun ulama tersebut masih merupakan panutan dan simbol bagi umat Islam.

Agus sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi pada Jumat malam di Bandara Supadio.

Ia menilai tindakan tersebut merupakan sikap yang sangat inkonstitusional, intoleran, antikebhinnekaan, anti NKRI, dan sangat anti-Pancasila.

“Itu adalah bentuk intoleransi di Kalimantan Barat,” tegasnya.

Ia menyayangkan sikap aparat keamanan yang dinilainya takut dengan gertakan oknum-oknum tertentu.

“Jadi, aparat harus berpikir yang jernih, benar tidak ada pergerakan, dan kalaupun ada pergerakan kan bisa ditahan. Sehingga apa yang dilakukan oleh kepolisian kemarin justru sangat melukai umat Islam,” jelas Agus.

Ia menilai sikap aparat keamanan yang tidak adil menjadi penyebab ketegangan terjadi.

Agus berjanji bahwa ia dan sejumlah Ormas akan menggelar aksi dalam jumlah yang lebih besar lagi.

“Kami akan melakukan aksi besar-besaran nanti tanggal 20 Mei,” janjinya. [psi][www.tribunislam.com]

Sumber : dakwahmedia.news

Sebarkan...