Zakir Naik: Banyak Politisi Pisahkan Agama dan Politik Karena Takut Kehilangan Jabatan


Zakir Naik: Banyak Politisi Pisahkan Agama dan Politik Karena Takut Kehilangan Jabatan

Ulama asal India, Zakir Naik, menegaskan Islam dengan politik merupakan bagian tak terpisahkan. Zakir menyayangkan banyak politisi muslim yang membedakan urusan politik dengan agama karena takut kehilangan kedudukan.


Islam, kata Zakir, adalah pandangan hidup yang juga mencakup urusan politik. Sebagai way of life, sudah semestinya umat Islam menerapkan ajaran Islam. Apalagi dalam Islam sudah diajarkan hal yang boleh dikerjakan dan dilarang. Termasuk urusan politik, kata dia, sudah semestinya diperhatikan umat.

“Masalahnya sekarang itu pemimpin tidak mengimplementasikan ajaran Alquran dan sunah,” ujar Zakir dalam konferensi pers di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Senin (3/4/2017).

Dia lalu membandingkan kepemimpinan sekarang dengan kepemimpinan zaman Nabi Muhammad SAW amat jauh. Hal itu lantaran, pada zaman Nabi, ajaran Alquran dan sunah benar-benar diterapkan di semua lini kehidupan, termasuk urusan politik.

“Hanya Nabi Muhammad yang menjalankan politik sesuai syariat Islam. Kepemimpinan Nabi Muhammad adalah contoh kepemimpinan terbaik. Sementara politik saat ini sudah kotor, dan tidak ada yang seperti kepemimpinan zaman Nabi,” ucapnya. (gf/dtk)[www.tribunislam.com]

Sumber : eramuslim.com

Sebarkan...