Wow, Tak Banyak Diberitakan, Dua Menara Agung Podomoro di Pulau Reklamasi Sudah Terjual


Wow, Tak Banyak Diberitakan, Dua Menara Agung Podomoro di Pulau Reklamasi Sudah Terjual

PT Agung Podomoro Land Tbk sudah menyiapkan pembangunan mega proyek Pluit City yang merupakan bagian dari reklamasi pantai utara Jakarta. Rencananya, proyek itu akan dibangun di salah satu dari 17 pulau yang akan dikembangkan.


Emiten berkode APLN tersebut memalui anak usahanya, PT Muara Wisesa Samudra, akan membangun kawasan superblok di atas Pulau G.

Lahan seluas 161 hektare itu akan dibangun berbagai fasilitas penunjang yang mampu menarik minat masyarakat.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri telah memberikan izin pelaksanaan reklamasi yang tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 2238 Tahun 2014 tentang Pemberian Izin Pelaksanaan Reklamasi Pulau G kepada PT Muara Wisesa Samudra selaku anak usaha dari PT Agung Podomoro Land Tbk.

Meski begitu, pemberian izin pelaksanaan tersebut justru dianggap bukan wewenang penuh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, melainkan berada di ranah Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Alasannya, kawasan yang dipergunakan untuk reklamasi itu merupakan kawasan laut strategis.

Artinya, kewenangan untuk memberikan izin pelaksanaan tersebut seharusnya dikeluarkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Izin yang saat ini dimiliki oleh Agung Podomoro pun menjadi sorotan, karena dianggap ilegal dan tidak sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

Kendati demikian, niat Agung Podomoro untuk menggarap mega proyek Pluit City pun tidak pudar. Penelusuran VIVA.co.id, perseroan saat ini mulai memasarkan mega proyek superblok yang mengusung konsep World Class Waterfront City itu.

Pluit City merupakan pulau reklamasi yang menyodorkan hunian rumah, ruko, office, sampai dengan sentra bisnis tepadu.

Dikutip dari laman pluit-city.com, di lahan seluas 161 hektare tersebut akan dibangun superblok seluas 60 hektare yang diberi nama Tokyo Riverside Apartemen PIK 2.

Peluncuran Tower A dan Tower B bahkan sudah ludes terjual selama dua hari pasca diluncurkan.

Guna mendukung pengembangan proyek, Agung Podomoro pun akan membangun infrastruktur pendukung yang nantinya mampu memudahkan para penghuni apartemen tersebut. Mulai dari akses tol bandara, supermarket, sarana pendidikan, sampai dengan rumah sakit.

Saat ini, Agung Podomoro kembali membuka reservasi untuk tower terbaru dengan kapasitas yang terbatas. Harga pun berada di kisaran Rp200 juta sampai dengan Rp300 juta, dengan cicilan terendah mencapai Rp5 juta.

Tak hanya Tokyo Riverside Apartemen, Agung Podomoro juga akan mengembangkan mega proyek terbaru hasil kerja sama dengan Salim Group di atas Pulau G yang akan dijadikan sebagai Komplek Kota Mandiri terbesar di Utara Jakarta dengan luas sebesar 1.000 hektare.

Lokasinya pun hanya lima kilometer dari PIK1 Jakarta Utara, dengan fasilitas akses tol interchange, berbagai mall seperti Lotte World (seluas 50 hektare), Mega Sport Club (seluas 5,6 hektare), Tzu Chi Hospital (seluas 2,8 hektre), Fresh Market (seluas 4,8 hektare), sampai dengan Mata Elang Exhibition.

Sejak diluncurkan, mega proyek tersebut telah ludes terjual tujuh cluster dalam jangka waktu satu bulan. Saat ini, Agung Podomoro membuka kembali reservasi baru dengan unit terbatas, dengan lokasi yang berada di samping danau wilayah tersebut, dan selangkah menuju mall.

Harga yang ditawarkan pun beragam, untuk jenis Jasmine dengan ukuran 4,5x10 meter dihargai di kisaran Rp1,2 miliar, jenis Orchird dengan ukuran 6x10 meter dihargai di kisaran Rp1,6 miliar, jenis Canna dengan ukuran 6x12,5 meter dihargai di kisaran Rp2 miliar, jenis Raflesia dengan ukuran 8x10 meter dihargai di kisaran Rp2,1 miliar, sementara untuk jenis viola dengan ukuran 8x12,5 meter dihargai di kisaran Rp2,7 miliar.

Adapun, kawasan residensial dan aera komersial dengan akan dibangun dengan porsi 60 persen dari keseluruhan luas area pengembangan. Dalam kawasan tersebut, juga akan dibangun fasilitas pendidikan, tempat ibadah, rumah sakit, outdoor dan indoor plaza mencapai enam hektare.[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...