Video Wawancara Ahok dengan Al-Jazeera Diputar, Ini Tanggapan Pengacara GNPF-MUI


Video Wawancara Ahok dengan Al-Jazeera Diputar, Ini Tanggapan Pengacara GNPF-MUI

Dalam sidang penistaan agama ketujuhbelas Selasa lalu, majelis hakim memutar video Ahok ketika diwawancarai oleh media Al-Jazeera. Dalam wawancara itu, Ahok mengaku tidak menyesal menyinggung Al-Maidah 51.


Menanggapi hal ini, koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution, menilai perbuatan Ahok yang tak menyesali merupakan bentuk arogansinya.

“Di TV Al-Jazeera tersebut, Ahok mengatakan tidak menyesal dan bahkan Ahok dengan tegas mengatakan akan mengulangi perkataannya tersebut apabila ke Kepulauan Seribu lagi. Itu merupakan bentuk arogansinya,” tegasnya kepada Kiblat.net di Gedung Kementrian Pertanian Jakarta Selatan seusai sidang.

Nasrullah juga menilai bahwa pernyataan tersebut bisa menjadi faktor memperberat vonis. Sebab, yang dihadirkan dalam persidangan adalah orang yang bersalah. Malah, Ahok tidak mengaku bersalah dengan mengatakan tidak menyesal.

“Dengan mengatakan nggak menyesal dia mengaku nggak salah. Kan sebenarnya orang dihadirkan ke persidangan dia bersalah. Dengan tidak mengakui kesalahan, ini bisa jadi faktor pemberat,” tutur Nasrullah.

Menurutnya, seharusnya Ahok cukup mengakui kesalahan telah menistakan Al-Maidah 51. Namun, ia menilai pernyataan Ahok seakan menantang bahwa ia tidak melanggar tindak pidana.

“Harusnya dia bilang saja, saya menyesal, saya khilaf dan mohon saya tidak dihukum. Kan bisa kayak begitu. Tapi ini seakan nantang, seolah apa yang selama ini ia lakukan itu bukan sebuah tindak pidana,” tukasnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...