Tak Terima Fatwa MUI, Pengacara Ahok Ajukan Tafsir Surat Al Maidah 51 dari Mufti Mesir


Tak Terima Fatwa MUI, Pengacara Ahok Akan Ajukan Tafsir Surat Al Maidah 51 dari Mufti Mesir

Tim pengacara terdakwa kasus dugaan penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok berencana untuk mengajukan barang bukti tambahan dalam persidangan ke-17 kasus itu yang digelar di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (4/4/2017). Barang bukti tambahan tersebut adalah tafsiran dari mufti di Mesir terhadap  surat Al Maidah ayat 51.



"Pertama, fatwa dari mufti Mesir berkaitan dengan penafsiran Al Maidah ayat 51," kata  pengacara Ahok, Humphrey Djemat, di Kementan, Selasa.

Humprey menjelaskan, tafsiran tersebut menyebutkan bahwa diperbolehkan memilih pemimpin dari golongan non-muslim atau pun perempuan.

"Itu ada, itu kami kasih. Kemudian beberapa dokumen yang berkaitan dengan bukunya Pak Ahok, merubah Indonesia diminta aslinya. Itu kami tambahkan," kata Humprey.

Ahok didakwa telah melakukan penodaan agama karena mengutip surat Al-Maidah ayat 51 saat kunjungan kerja ke Kepulauan Seribu pada September 2016. JPU mendakwa Ahok dengan dakwaan alternatif antara Pasal 156 huruf a KUHP atau Pasal 156 KUHP.[www.tribunislam.com]

Sumber : kompas.com

Sebarkan...