Pemuda Muhammadiyah: Tuntutan Ahok, Akrobat Hukum Paling Norak Abad Ini


Pemuda Muhammadiyah: Tuntutan Ahok, Akrobat Hukum Paling Norak Abad Ini

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) seperti menghina nalar publik. Sebab, JPU cenderung tidak mengacu pada puluhan saksi yang mereka hadirkan di persidangan.


"Ini apa yang dilakukan jaksa terang seperti menghina nalar publik, seolah-olah menganggap kita bodoh. Mereka sudah melakukan akrobat hukum senorak itu, akrobat hukum paling norak abad ini," kata Dahnil dalam diskusi Redbons dengan tema ‘Mengawal Vonis Sidang Ahok’ di Redaksi Okezone, Jakarta, Kamis (27/4/2017).

Dahnil menjelaskan, keganjilan dalam kasus ini sebenarnya sudah dimulai sejak penundaan sidang pembacaan tuntutan, dengan alasan jaksa belum selesai melakukan pengetikan.

Dengan pertimbangan-pertimbangan tersebut, PP Pemuda Muhamdiyah telah melaporkan JPU dalam kasus ini ke Komisi Kejaksaan (Komjak).

"Kemarin secara resmi kita sudah melaporkan apa yang dilakukan JPU. Tuntutan harusnya kalau ikut alur, (dituntut dengan pasal) 156a (KUHP) kemudian (pasal) 156 saja, padahal saksi sudah menyatakan ada penodaan agama," terang Dahnil.

Sebelumnya diketahui, dalam surat dakwaan Ahok diduga melanggar Pasal 156a KUHP dengan pokok perkara penodaan agama dan hukuman maksimal lima tahun atau pasal 156 KUHP dengan pokok perkara penghinaan terhadap golongan dan hukuman paling lama empat tahun. Namun dalam tuntutan, JPU hanya menyertakan pasal 156 KUHP dengan hukuman satu tahun penjara dan dua tahun masa percobaan.[www.tribunislam.com]

Sumber : okezone.com

Sebarkan...