Heboh, Panwaslu Gagalkan Modus Sekelompok Orang Yang Baru Pakai Baju Kotak-kotak Setelah di Lokasi Ketika Hendak Bagi-bagi Sembako


Heboh, Panwaslu Gagalkan Modus Sekelompok Orang Yang Baru Pakai Baju Kotak-kotak Setelah di Lokasi Ketika Hendak Bagi-bagi Sembako

Panitia Pengawas Pemilu Jakarta Selatan berhasil menggagalkan pembagian paket sembako oleh sekelompok orang yang menggunakan baju kemeja kotak-kotak, di Blok Borneo Apartemen Kalibata City, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 April 2017.



Ketua Panwaslu Jakarta Selatan Ari Mashuri mengatakan, peristiwa itu terjadi kemarin, sekitar pukul 20.30 WIB.  "Iya. Itu tadi malam," kata Ari saat dihubungi VIVA.co.id di Jakarta, Minggu, 16 April 2017.

Ari menjelaskan, informasi itu berawal dari pengawas TPS di Kalibata City yang memergoki peristiwa tersebut. Jam 20.30 WIB itu ada penurunan karung-karung putih.  Pengawas TPS lantas melakukan pemantauan. Ternyata dikeluarkan sembako. Setelah menurunkan sembako, orang-orang itu memakai kemeja kotak-kotak.

"Sebelumnya mereka pakai baju kaus biasa. Tetapi ketika karung sudah di area Borneo situ baru kemudian pakai baju kotak-kotak. Ada sekitar 10 karung (berisi paket sembako). Baru kemudian membagikan," ujarnya.

Ari menjelaskan, para pelaku mengaku menjual paket sembako yang dimasukkan ke dalam plastik berwarna hitam. Sejumlah paket sempat dibagikan kepada warga namun akhirnya dikembalikan lantaran digagalkan oleh Panwaslu.

"Kami amankan satu set sembako. Isinya ada beras 5 kilo kemudian minyak goreng 1 liter, kemudian mie dua. Satu plastiknya isinya itu," ujar Ari.

Kendati mereka mengaku menjual sembako, Ari mengatakan, hal itu tidak lumrah terjadi di area apartemen. Sebab di area itu hanya ada kafe-kafe dan tempat ngopi.

Selain itu, para pelaku itu juga tidak ada surat pemberitahuan lebih dulu soal kegiatan tersebut. "Maka kemudian kami bubarkan karena pertama tidak ada pemberitahuan kegiatan apa itu. Kemudian yang kedua memang tempatnya bukan untuk menjual sembako di Borneo," ujar Ari.

Keanehan lainnya, Ari menjelaskan, para pelaku juga menjual dengan syarat pembelinya harus ber-KTP Jakarta. "Kami bilang ini tidak boleh karena ini ada niat untuk kemudian mempengaruhi orang dengan iming-iming sembako murah. Itu memang karena kami sempat bubarkan maka mereka langsung rapikan itu, masukkan ke karung," ujar Ari.

Ari mengatakan, para pelaku tiba dengan menggunakan mobil pick up dan sejumlah mobil lainnya. Namun, pihaknya belum bisa meminta keterangan para pelaku karena mereka melarikan diri. Mereka juga tidak mau memberikan kartu identitasnya. Namun Panwaslu berhasil mengamankan satu paket sembako untuk dijadikan barang bukti. Petugas pun berhasil mengambil foto dan video para pelaku.

"Kami memang pencegahan jadi kami bubarkan saja. Kemudian warga juga banyak di situ mereka bilang enggak kenal gitu," kata Ari.[www.tribunislam.com]

Sumber : viva.co.id

Sebarkan...