Mantap, Pernyataan Sikap Komunitas Sarjana Muslim Indonesia Terhadap Video Kampanye Ahok


Mantap, Pernyataan Sikap Komunitas Sarjana Muslim Indonesia Terhadap Video Kampanye Ahok

PERNYATAAN SIKAP
KOMUNITAS SARJANA HUKUM MUSLIM INDONESIA (KSHUMI)
TERKAIT DIDUGA ‘VIDEO KAMPANYE AHOK-DJAROT, PASTIKAN PANCASILA HADIR DI JAKARTA’.

Diduga video kampanye Ahok-Djarot yang bertemakan keberagaman, ‘Video Kampanye Ahok-Djarot, Pastikan Pancasila Hadir di Jakarta’ tersebut berdurasi 00.2:00 menit, telah menambah luka dihati kaum muslimin. Belum sembuh luka lama kini ditambah lagi.


Di adegan awal video hingga detik ke-17 memperlihatkan adegan ibu dan anak yang merasa terancam, dengan massa aksi demo. Lalu, pada detik 51, adegan tersebut kembali diulang. Kemudian menunjukkan adegan orang-orang sedang aksi (demo) dengan berpakaian koko putih, memakai serban, dan peci, sambil membawa spanduk ‘Ganyang Cina’.

Setelah mempelajari secara mendalam terkait hal diatas terlepas dengan adanya Pilkada DKI, kami Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI) menyatakan;

1.Menolak segala bentuk kriminalisi terhadap ulama, aktivis dan umat Islam, termasuk terhadap ajaran Islam dan simbol-simbolnya.

2.Video kampanye tersebut sangat menyudutkan umat Islam dan fitnah yang sangat kotor dan keji,

3.Video tersebut sangat berbahaya dan sangat merusak karena menimbulkan stigmatisasi negatif terhadap Islam. Seolah-olah anti keragaman dan kebhinekaan. Sangat tendensius dan tidak pantas dipakai kampanye.

4.Jika pesan stigma negatif terhadap Islam terus dibiarkan bahkan divisualisasikan dalam video itu tentu saja berpotensi, bahkan sekarang sudah terjadi, perpecahan. Jadi alih-alih seperti yang diklaim dalam video itu, kalau pasangan nomor dua memimpin akan mewujudkan persatuan, faktanya sekarang belum lagi memimpin sudah menimbulkan perpecahan. Dan video itu semakin memperuncing perpecahan.

5.Meminta kepada penegak hukum untuk menindak pelaku yang terlibat secara langsung ataupun aktor intelektual dibalik pembuatan video tersebut.

Demikian pernyataan sikap disampaikan.

Jakarta, 11 April 2017.

Chandra Purna Irawan,MH.
Ketua DPP Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI)[www.tribunislam.com]


Sumber : Facebook Chandra Purna Irawan. MH

Sebarkan...