Di Tengah Maraknya Kriminalisasi Ulama, Jokowi Minta Kiai dan Ulama Berperan Aktif Jaga Perdamaian


Di Tengah Maraknya Dugaan Kriminalisasi Ulama, Jokowi Minta Kiai dan Ulama Berperan Aktif Jaga Perdamaian

Presiden Joko Widodo menilai persoalan persatuan bangsa saat ini menjadi sesuatu yang serius. Ia berharap para kiai dan ulama bisa berperan aktif untuk menjaga persatuan tersebut.



"Dengan semangat toleransi kita dapat tunjukan kepada dunia kalau Islam adalah agama yang cinta damai, ramatan lil alamin. Dan Indonesia menjadi bangsa yang Bhineka Tunggal Ika," kata Jokowi dalam peringatan Isra Mi'raj di Pesantren Al-Hikamussalafiyah Cipulus, Selasa (25/4).

Jokowi‎ menceritakan, ketika Raja Salman dari Arab Saudi dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani berkunjung ke Indonesia, mereka terkesima dengan perdamaian Indonesia. Padahal, negara ini memiliki banyak keberagamaan, mulai dari suku, budaya, bahasa, hingga agama.

Berbeda dengan negara lain seperti di Afghanistan, adanya perbedaan kelompok di negara tersebut justru memicu peperangan antar masyarakat. Persatuan yang ada di Indonesia pun kemudian menarik minat Ashraf untuk bekerja sama dalam mendatangkan ulama Indonesia ke Afghanistan untuk mengajarkan pentingnya kebersamaan.

‎Dalam sambutan dalam acara ini, Jokowi sedikit menjelaskan mengenai makna yang bisa diambil dalam Isra Mi'raj. Salah satunya agar umat Muslim senantiasa mengingat ibadah shalat. Dengan melaksanakan Salat, maka setiap Muslim bisa memiliki iman yang lebih kuat dan kokoh.

Menurutnya, dengan iman yang kuat dan kokoh, maka hubungan warga Muslim dan umat agama lain bisa menjadi harmonis. Keharmonisan ini pun penting karena saat ini dunia tengah melihat Indonesia untuk dijadikan contoh negara yang mampu bersatu dalam keberagaman. ‎"Jangan sampai ada gesekan sekecil apapun, jangan sampai," kata Jokowi.[www.tribunislam.com]

Sumber : republika.co.id

Sebarkan...