Komnas HAM: Kasus Kematian Siyono Tak Mengubah Pola Laku Densus 88


Komnas HAM: Kasus Kematian Siyono Tak Mengubah Pola Laku Densus 88

Kasus kematian Siyono tak mengubah pola laku Densus 88 Polri. Hal itu terbukti dengan enam orang terduga teroris di Tuban, Jawa Timur.


Setahun yang lalu Siyono, yang masih berstatus terduga, terbunuh saat berada  dalam penahanan Densus 88 Polri. Komnas HAM bersama masyarakat sipil yang dimotori Muhammadiyah melakukan advokasi atas kematian pria Klaten tersebut. Hasilnya, polisi telah melakukan pelanggaran HAM dan pelanggaran prosedur.

Meski mendapat sorotan tajam atas pembunuhan di luar peradilan terhadap Siyono, Komnas HAM menilai tak ada perubahan dalam pola laku Densus 88. “Advokasi Komnas HAM bersama masyarakat sipil (Muhammadiyah) terhadap Siyono seolah tak mampu sedikitpun mengubah pola pikir dan pola laku Densus 88 Polri dalam menanggulangi terorisme,” kata Komisioner Komnas HAM Maneger Nasution dalam pernyataan tertulis, Ahad (09/04).

Menurut Maneger, Komnas HAM telah mengingatkan polisi agar tidak ada lagi Siyono-Siyono berikutnya. Tapi, nyatanya muncul lagi “bom panci” dan kasus-kasus pembunuhan lainnya.

“Sampai kapan? Berapa nyawa lagi? Apakah akan terus terjadi penembakan terhadap kelompok tertentu dengan dalil terduga teroris sesuai skenario sutradaranya?” ujarnya.

Maneger pun menyeru kepada elemen bangsa untuk jujur pada diri sendiri dan kepada dunia kemanusiaan. “Dan jujur pada Allah, Tuhan Yang Maha Esa,” tutupnya.

Seperti diketahui, nyawa enam orang melayang di Tuban akibat tertembus peluru aparat kepolisian. Mereka dibunuh saat masih berstatus terduga teroris. Aparat menyebut keenam orang itu telah berusaha menyerang anggota polisi lalu lintas Polres Tuban.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...