Komisi III DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Sumsel atas Insiden Penembakan Brutal Mobil Keluarga Pembawa Balita


Komisi III DPR Desak Kapolri Copot Kapolda Sumsel atas Insiden Penembakan Brutal Mobil Keluarga Pembawa Balita

Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus mencopot Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Agung Budi Maryoto, terkait penembakan terhadap satu keluarga yang tengah berada di mobil di Lubuklinggau, Sumatera Selatan, Selasa (18/4).


Desakan itu datang dari anggota Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni, yang juga mengecam aksi brutal anggota Polres Lubuklinggau yang mengakibatkan satu orang tewas.

"Atas kelalalian tersebut saya minta kepada Kapolri untuk mencopot jabatan Kapolda Sumatera Selatan dan Kapolres Lubuklinggau (AKBP Hajat Mabrur)," kata politisi Partai Nasional Demokrat (NasDem) ini kepada Kantor Berita RMOL Jakarta, Rabu (19/4).

Menurut Sahroni apa yang dilakukan Polres Lubuklinggau merupakan aksi biadab serta tidak mencerminkan semangat Polri sebagai pelayan dan pengayom masyarakat. Apalagi, lanjut Sahroni, ada seorang balita di dalam mobil saat penembakan terjadi.

"Tidak Ada kemanusiaan sama sekali dalam bertindak layaknya bintang menembaki keluarga yang di dalamnya ada Balita," tegas Sahroni.

Sebelumnya, penembakan mobil Honda City terjadi di Simpang Periuk, kemarin. Mobil tersebut tak berhenti saat digelar razia. Bahkan saat dikejar, mobil terus melaju.

Akhirnya Brigadir MG, yang mengejar bersama Brigadir FM, menembak mobil berpenumpang enam orang tersebut. Korban tewas bernama Surni (50), warga Blitar, Curup, Bengkulu.

Dia mengalami luka tembak di beberapa bagian tubuh, seperti paha dan perut.

Sedangkan lima korban luka adalah;

1. Novian; 30 tahun; warga Karya Bakti Lubuklinggau Selatan; luka tembak pada lengan sebelah kanan.
2. Gentar Wicaksono; 3 tahun; warga Karya Bakti Lubuklinggau Selatan; luka tembak rekoset pada bagian kepala kiri.
3. Dewi Alina; 39 tahun; warga Desa Blitar Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; luka tembak di lengan kiri atas.
4. Indra; 35 tahun; warga Desa Blitar, Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; luka tembak pada tangan kiri bagian depan.
5. Gatot Sundari; 29 tahun; warga Desa Blitar, Curup, Kab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu; tidak terluka. [rmolj][www.tribunislam.com]

Sumber : posmetro.info

Sebarkan...