Kasus Korupsi e-KTP, Yorris Sebut Novanto Hampir Pasti Jadi Tersangka


Kasus Korupsi e-KTP, Yorris Sebut Novanto Hampir Pasti Jadi Tersangka

Proses hukum terhadap Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto dalam perkara kasus korupsi proyek e-KTP, membuat internal partai berlambang pohon beringin itu bergejolak.


"Kami sedang konsolidasi internal melihat dinamika proses hukum Ketua Umum. Enggak usah bangun alibi praduga tak bersalah. Jadi ini bagaimana Golkar selamatkan partai," kata politikus senior Golkar, Yorris Raweyai, dalam diskusi bertajuk "Partai Politik dan Budaya Korupsi" di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (24/4).

Dikatakan Yorris, langkah konsolidasi tersebut telah mendapat dukungan dari struktur Dewan Pembina, Dewan Kehormatan, DPP tingkat 1 dan 2, sampai Dewan Pakar. Mereka menilai konsolidasi sangat penting agar Golkar mampu menghadapi proses Pilkada Serentak 2018, dan Pemilu Legislatif serta Pemilu Presiden tahun 2019.

"Ketua Umum (Golkar) hampir pasti jadi tersangka. Kita harus pahami sekarang, sudah pencekalan. Golkar ambil sikap proaktif untuk selesaikan ini demi partai," kata dia seperti dimuat Kantor Berita Politik RMOL.

Meski begitu, Yorris belum memastikan apa langkah konkret yang akan diambil partai terkait kasus hukum Novanto.

"Kami sedang mewacanakan dengan berbagai langkah berlandaskan aturan yang terikat dengan perundang-undangan," ungkap Yorris.

Dia menambahkan, masih ada banyak kader Golkar yang memiliki integritas dan kapabilitas memimpin partai.

Diketahui, dalam persidangan di Pengadilan Tipikor pekan lalu, salah seorang saksi dari konsorsium proyek e-KTP menyebutkan bahwa Setya Novanto mendapat bagian 7 persen dari proyek pengadaan. Novanto pun sudah dicegah ke luar selama enam bulan oleh Ditjen Imigrasi Kemenkumham atas permintaan KPK. [www.tribunislam.com]

Sumber : opinibangsa.id

Sebarkan...