Jokowi dan Mega Bakal Panik, Ahok akan Bongkar Kasus KKN APBD DKI era Jokowi


Jokowi dan Mega Bakal Panik, Ahok akan Bongkar Kasus KKN APBD DKI era Jokowi

Euforia dan klaim PDI Perjuangan bahwa pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat (Ahok-Djarot) akan memenangi Pilkada DKI Jakarta terbukti gagal total. Ekspektasi yang berlebihan itu kini berubah menjadi petaka politik.


Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menilai wajar jika Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan para elite partai termasuk Presiden Joko Widodo (Jokowi) menuai pukulan telak, cemas, panik, dan bahkan sangat frustasi. Juga terpaksa terkepung oleh rasa ketakutan yang luar biasa.

"Ihwal gejolak kebatinan yang tidak sedap itu dipicu berbagai faktor terkait beban kepentingan politik yang melilit mereka. Salah satunya adalah janji Megawati dan PDIP yang terlanjur menegaskan bila Ahok menang maka akan diusung sebagai calon wapres mendampingi Jokowi di Pilpres 2019," jelasnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (20/4).

Tidak hanya itu, termasuk yang paling dicemaskan adalah kekalahan Ahok-Djarot secara langsung telah memperburuk citra partai banteng dan rezim pemerintahan Jokowi.

"Tegasnya, citra dan eksistensi PDIP kini sangat terpuruk di mata rakyat sebagai partai pembela terdaka penista agama. Stigma negatif tersebut suka atau tidak telah menyandera PDIP dan memicu kebencian rakyat," beber Faizal.

Menurutnya, lepas dari problem politik yang dihadapi, kekalahan Ahok di Pilkada DKI Jakarta dinilai akan membuka tabir aneka skandal korupsi (KKN) APBD DKI dan permainan politik uang selama ini. Sebab, secara manusiawi, Ahok yang dalam situasi tertekan karena kekalahan maupun terancam masuk penjara dalam kasus penistaan agama akan bertindak nekat.

Tidak mustahil Ahok akan berbalik sikap membeberkan segala kasus KKN APBD DKI, skandal pembelian Rumah Sakit Sumber Waras, kasus Transjakarta, proyek reklamasi Teluk Jakarta, dan deal-deal politik uang. Ditambah lagi, mulai muncul desakan dari loyalis pendukung kotak-kotak yang sangat terpukul dan kecewa dengan mendesak Ahok agar tidak menjadi korban politik semata wayang. Namun Megawati, Jokowi dan elite PDIP turut harus ikut bertanggung jawab.

"Jelas Ahok tidak mungkin akan rela menjadi korban tunggal. Lambat atau cepat dirinya akan bertindak nekat dan berbalik sikap membeberkan berbagai rahasia di balik deal politik dan aneka kasus KKN yang diduga melibatkan Megawati, Jokowi serta elit PDIP," tegas Faizal.[www.tribunislam.com]

Sumber : rmol.co

Sebarkan...