Jaisyul Islam kepada AS: Menyerang Satu Bandara Saja Tidak Cukup


Jaisyul Islam kepada AS: Menyerang Satu Bandara Saja Tidak Cukup

Ketua biro politik faksi Jaisyul Islam sekaligus anggota delegasi oposisi di perundingan Jenewa, Muhammad Alloush, segera memberi tanggapan atas serangan mengejutkan AS terhadap pangkalan udara militer Suriah di provinsi Homs. Dia mengatakan bahwa menyerang satu bandara saja tidaklah cukup.


“Memukul satu bandara tidak cukup. Di sana ada 26 bandara yang menargetkan warga sipil,” katanya di akun pribadinya di Twitter, seperti dinukil Al-Jazeera dari AFP, Jumat (07/04).

Di cuitan lain, tokoh oposisi yang faksinya aktif di pedesaan Damaskus itu menyerukan serangan gabungan dari seluruh penjuru negara di dunia menargetkan bandara-bandara Bashar Assad yang digunakan untuk menargetkan warga sipil.

Pada bagiannya, bawahan Alloush di kantor biro politik Jaisyul Isla, Muhammad Birqadar, menyambut serangan AS itu. Dia menilai, serangan itu langkah berani dan tepat untuk melindungi darah warga Suriah.

Sambutan serupa juga dikeluargan sejumlah faksi di bawah naungan Free Syrian Army (FSA), yang pernah menerima bantuan dari AS. Salah satunya, Faksi Sulthan Murad. Komandan faksi yang ikut dalam operasi Turki menghadapi ISIS di Suriah utara, Ahmad Utsman, mengatakan bahwa dia mendukung segala upaya mengakhiri rezim Assad.

“Kami di Sulthan Murad bersikap seperti faksi-faksi FSA lainnya menyambut segala tindakan yang bertujuan mengakhiri rezim, yang melakukan kejahatan paling kejih abad ini,” tegasnya.

Dia berharap, AS tidak hanya melakukan satu serangan ini saja. Karena kejahatan rezim Assad hari ini lebih dahsyat dari sebelumnya.

Di sisi lain, ulama Ahlus Sunnah Suriah Syaikh Abdurrazaq Al-Mahdi memberikan komenter berbeda. Ia menilai bahwa serangan AS tersebut tidak sungguh-sungguh untuk membantu rakyat Suriah. Pemegang pemerintahan AS saat ini hanya ingin terlihat berbeda dengan pemerintahan sebelumnya.

“Trump ingin menampilkan diri berbeda dengan Obama. Jika AS sungguh-sungguh ingin menargetkan dan melengserkan rezim Assad, dia tidak perlu meminta persetujuan Dewan Keamanan dan juga persetujuan Rusia,” tulisnya di Channel Telegram.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...