Diterima Wakil Bupati Bantul, HTI Dijanjikan Halqah Bersama Kyai Dan Ulama Bahas Khilafah


Diterima Wakil Bupati Bantul, HTI Dijanjikan Halqah Bersama Kyai Dan Ulama Bahas Khilafah

Tabligh Akbar di Masjid Agung Manunggal Bantul yang direncanakan besok Ahad 9 April 2017 tidak dapat dilaksanakan.  Hal ini merupakan Kesimpulan dari hasil koordinasi HTI dengan wakil Bupati Bantul,  Jumat 7 April 2017, di ruang kerjanya. Pemkab Bantul belum bisa memberikan rekomendasi digunakannya  Masjid Agung Manunggal Bantul untuk Tabligh Akbar dengan tema, Khilafah Kewajiban Syar'i, Jalan Kebangkitan Umat.


Tidak terlaksananya Tabligh Akbar tersebut tentunya disesalkan, Karena HTI selama ini aktif berkiprah turut membangun masyarakat Bantul. Namun demi menjaga ukhuwwah Islamiyah Dan menghindari gesekan sesama kaum Muslimin maka HTI dengan berat hati tidak melaksanakan agenda ini.  Padahal  panitia telah mengurus perijinan sebagaimana prosedur yang ada, demikian papar Humas HTI,  Yusuf Mustaqim,  ketika dikonfirmasi tentang agenda yang merupakan bagian peringatan Isra' Mi'raj tersebut.

HTI legal secara hukum karena sudah tercatat di  Kemenkumham dan selama ini kegiatan HTI tidak pernah sekalipun melanggar UU dan aturan yang berlaku.

Terkait Ide yang diangkat,  Wakil Bupati menyarankan agar Ide Khilafah yang diperjuangkan HTI penting untuk dibahas dulu dalam halqah-halqah bersama para Ulama pondok pesantren,  dan Beliau siap untuk memfasilitasi Dan turut mengundang. Menanggapi Hal tersebut tim delegasi HTI menyampaikan apresiasi dan berharap dapat terealisasi dalam waktu dekat.

Ide Khilafah merupakan Ide Islam yang intinya adalah tiga: syariah,  ukhuwwah Dan dakwah.  Ide khilafah ini juga disepakati oleh para ulama Aswaja. HTI hanya menawarkan ide tersebut dengan cara-cara yang tidak bertentangan dengan UU dan aturan yang berlaku di negeri ini yang menjamin kebebasan dalam menyatakan pendapat di muka umum. (Lukman)[www.tribunislam.com]

Sumber : angkringandakwah.com

Sebarkan...