Anggap Tak Pantas Disubsidi, Pemerintah Berencana Cabut Subsidi Listrik 450 VA


Anggap Tak Pantas Disubsidi, Pemerintah Berencana Cabut Subsidi Listrik 450 VA


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mempertimbangkan opsi mengurangi jumlah pelanggan listrik bersubsidi golongan 450 Volt Ampere (VA). Sebab, disinyalir pelanggan listrik golongan tersebut tidak pantas untuk mendapatkan subsidi.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, saat ini, data pelanggan listrik golongan 450 VA belum diperbaiki. Sehingga, ada kemungkinan datanya tidak relevan dengan kondisi aktual pelanggannya saat ini.

Dengan demikian, pemerintah akan memverifikasi ulang pelanggan listrik golongan 450 VA dalam waktu dekat. "Kami berusaha agar pelanggan 450 VA ini datanya mutakhir. Karena, siapa tahu di antara mereka ada yang tidak layak dapat subsidi," ungkap Jonan, Kamis (13/4).

Kendati demikian, ia mengelak jika pencabutan subsidi ini semata-mata dilakukan untuk mengurangi subsidi. Ia menjelaskan, penyesuaian subsidi dilakukan demi mewujudkan subsidi yang tepat sasaran.

"Ini menyangkut rasa keadilan. Kalau tidak pantas, ya jangan nikmati. Ini kan mengambil haknya masyarakat lain," tegas Jonan.

Saat ini, pemerintah fokus untuk pencabutan subsidi listrik golongan 900 VA bagi 18,94 juta pelanggan. Apalagi, pembelian listrik bersubsidi di tahun depan akan diintegrasikan dengan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) atau kartu combo yang diterbitkan Kementerian Sosial.

Meski demikian, Jonan mengatakan bahwa proses pencabutan subsidi listrik seharusnya bisa lebih cepat dibandingkan pengurangan subsidi Liquefied Petroleum Gas (LPG/elpiji) volume 3 kilogram (kg).

"Kalau pencabutan subsidi listrik semuanya oke, ya gampang (dilakukan)," katanya.

Sebagai informasi, subsidi listrik di dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017 tercatat sebesar Rp45 triliun, di mana angka ini menurun 11,17 persen dibandingkan anggaran APBN Penyesuaian (APBNP) 2016 sebesar Rp50,66 triliun.

Subsidi ini mencakup penggunaan listrik berdaya 450 VA bagi 19,1 juta pelanggan dan pelanggan 900 VA sebanyak 4,1 juta pelanggan.

Adapun, hingga kini, terdapat 23,04 juta pelanggan yang menggunakan listrik berdaya 900 VA. Penurunan subsidi ini ditujukan bagi 18,94 juta pelanggan 900 VA yang tidak bisa lagi menikmati subsidi listrik di tahun 2017. [www.tribunislam.com]

Sumber : cnnindonesia.com

Sebarkan...