Ahok Kalah, Saham Pengembang Reklamasi Anjlok


Ahok Kalah, Saham Pengembang Reklamasi Anjlok

Setelah diprediksi berpotensi naik, rupanya saham PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) belum mampu menunjukkan pergerakan yang signifikan.


Dalam sesi perdagangan Kamis (20/4), saham SRTG stagnan di level 3.600.

Sedangkan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) bergerak naik 0,27 persen ke level 1.840.

Sementara itu, saham PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) anjlok 7,08 persen ke level 210.

Padahal, sehari sebelum Pilkada DKI Jakarta 2017 berlangsung (18/4), saham APLN terapresiasi 3,67 persen di level 226.

Sandiaga Uno yang merupakan pasangan cagub Anies Baswedan merupakan penyandang dana kampanye terbesar.

Dia adalah pendiri Saratoga. Sedangkan Agung Podomoro merupakan pengembang proyek reklamasi Teluk Jakarta.

Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama membuat buram nasib proyek reklamasi. Sebab, Anies-Sandiaga berjanji menyetop proyek properti prestisius tersebut.

Analis Senior Binaartha Sekuritas Reza Priyambada menyatakan, investor menganggap kekalahan Ahok membuat APLN tidak mempunyai kesempatan untuk meneruskan proyek reklamasi.

”Seolah tidak punya ruang untuk ekspansi. Padahal, proyek APLN bukan hanya di kawasan pantai Jakarta Utara, tapi juga banyak di berbagai daerah lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, APLN memang dikenal sebagai perusahaan properti yang menguasai dan membangun kawasan Jakarta Utara.

Di sisi lain, saham-saham milik grup usaha Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo bergerak variatif.

Hary merupakan taipan yang belakangan merapat ke Anies-Sandiaga.

Hanya dua saham milik Hary yang bergerak di zona hijau.

Yakni, saham PT Global Mediacom Tbk (BMTR) yang naik 1,96 persen ke harga 520.

Lalu, ada saham PT MNC Investama Tbk (BHIT) yang naik 0,82 persen ke level 123.

’’Sebenarnya, faktornya lebih kepada pasar itu sendiri. Namun, pasar juga mencari-cari, sentimen apa yang bisa membuat saham-saham tersebut layak dimasuki (dibeli),’’ kata Reza.

Head of Strategy & Research Bahana Sekuritas Harry Su dalam risetnya menyebutkan, pasar lebih memperhatikan kondisi pasar secara umum yang masih bergerak wajar dengan jalannya Pilgub DKI Jakarta yang aman.

Sebab, sebanyak 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia disumbang oleh provinsi tersebut.

Jika ada masalah keamanan di ibu kota, bukan hanya indeks saham yang terpengaruh, tetapi juga pertumbuhan ekonomi Indonesia.

’’Seharusnya, hasil ini bisa menguatkan ekonomi domestik menjadi lebih terbuka,’’ ungkapnya.[www.tribunislam.com]

Sumber : jpnn.com

Sebarkan...