Ahok Dituntut Ringan, KH Ma'ruf Minta Ahli Hukum Bereaksi


Ahok Dituntut Ringan, KH Ma'ruf Minta Ahli Hukum Bereaksi

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin meminta agar para ahli hukum bereaksi atas tuntutan terhadap kasus penistaan agama yang menjerat Gubernur DKI Jakarta ‎Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok lantaran dinilai terlalu ringan.


Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Ahok hukuman satu tahun penjara, dan dengan masa percobaan dua tahun. Jaksa menjerat Ahok dengan pasal alternatif Pasal 156 tentang Penodaan Agama.

"Ini sekarangkan sudah tidak lagi wilayah MUI, jadi menurut saya ini yang harus bereaksi itu para ahli hukum apakah sesuai aturan-aturan hukum," kata KH Ma'ruf, Senin 24 April 2017.

Selain itu, KH Ma'ruf juga meminta publik bereaksi atas tuntutan jaksa terhadap mantan Bupati Belitung Timur tersebut. Pasalnya, publik yang menilai apakah tuntutan tersebut telah sesuai dengan perbuatan Ahok yang diduga menistakan Al Quran Surat Al Maidah 51 di Kepulauan Seribu.

"Dan kedua publik (juga harus bereaksi) apakah sudah memenuhi rasa keadilan. Menurut publik ini adil apa enggak," ucapnya.

"Kalau yang ketiga, kita serahkan saja kepada Allah SWT. Kalau ini benar ini supaya diberi pahala kalau tidak benar supaya diberi hukuman," katanya.

Seperti diketahui, sebelumnya JPU telah mendakwa Ahok dengan Pasal 156a KUHP dengan ancaman maksimal 5 tahun penjara. Sedangkan, dakwaan alternatif kedua mencatut Pasal 156 KUHP dengan ancaman maksimal 4 tahun penjara. [www.tribunislam.com]

Sumber : okezone.com

Sebarkan...