70 Mahasiswi Kanada Coba Berhijab, Ini yang Dirasakan Mereka


70 Mahasiswi Kanada Coba Berhijab, Ini yang Dirasakan Mereka

Di akhir Maret kemarin, sejumlah komunitas muslim di berbagai negara menyelenggarakan Hijab Day demi merayakan Muslim Women's Day. Mahasiswi muslim dari University of Northern British Columbia (UNBC), Prince George, Kanada, turut menggelar acara hijab untuk membantu meredakan Islamophobia dan meluruskan stigma yang beredar di masyarakat.


Dalam acara yang dinamakan 'Hijab for a Day' itu, sebanyak 70 mahasiswi tertarik mencoba mengenakan jilbab untuk pertamakalinya. Tak hanya sekadar mencoba, para mahasiswi juga merasakan bagaimana mengenakan jilbab selama seharian.

Salah satu pihak penyelenggara, Hira Rashid, berharap dengan adanya acara hijab tersebut bisa meredakan stereotipe tentang wanita berhijab. Tidak hanya itu, ini juga bertujuan memberitahu masyarakat lain kalau wanita berhijab tak perlu ditakuti. Hijab merupakan suatu pilihan.

"Ini pilihan. Ini adalah simbol kebebasan berekspresi. Ini bukan hanya selembar kain dan ini bukan tanda penindasan," tutur Hira seperti dilansir dari CBC.

Puluhan mahasiswi non-muslim turut menggunakan scarf warna-warni dan berjalan di sekitar kampus. Mereka juga masih mengenakannya ketika berada di dalam kelas. Setelah mengenakan jilbab, mereka pun mengutarakan pengalaman yang dirasakan selama memakai jilbab. Pengalaman para mahasiswi berbeda-beda.

Mahasiswi bernama Dara Campbell mengaku kini lebih memahami kehidupan wanita berhijab. "Saya bukan muslim, tapi saya mencoba pakai jilbab yang diberikan mahasiswi lain. Ada banyak mitos dan hal-hal salah tentang jilbab. Saya kini mengerti, kita harusnya lebih memahami pilihan wanita lain," paparnya.

Wanita lain mengaku mendapatkan tatapan tidak nyaman dari orang lain saat mencoba berhijab selama satu hari. "Aku tidak memakai jilbab tapi aku mencobanya hari ini. Aku merasa banyak tatapan tidak menyenangkan ke arahku," ujar mahasiswi jurusan Teknik Lingkungan di UNBC bernama Yousra Moutii.

Sementara mahasiswi lainnya menuturkan bahwa memakai jilbab sangat menarik perhatian. Menurut mahasiswi bernama Modupe Abioye itu seharusnya orang lain lebih menghormati wanita berhijab dan tidak hanya melihat dari penampilan luar saja.

"Dibutuhkan banyak keberanian untuk memakainya. Anda menonjol dan orang-orang menoleh kepada Anda. Beberapa orang berani mengajukan pertanyaan tapi banyak orang yang hanya menatapku dan berpaling," ujarnya



Sedangkan mahasiswi lain Maria Amir yang biasa memakai jilbab setiap hari, ketika banyak yang mengenakan kerudung di sekitarnya, ia merasa senang.

"Di kelas ketika Anda satu-satunya orang yang berhijab itu sedikit canggung. Tapi ketika Anda melihat begitu banyak orang di sekitar memakai jilbab rasanya benar-benar nyaman," kata Maria.[www.tribunislam.com]

Sumber :

Sebarkan...