Zakir Naik: Kalau Saya Teroris, Mustahil Saya Dapat Penghargaan dari Tiga Negara


Zakir Naik: Kalau Saya Teroris, Mustahil Saya Dapat Penghargaan dari Tiga Negara

Ulama internasional ahli teologi, Dr Zakir Naik membantah tuduhan banyak pihak yang mengatakan dirinya pendukung terorisme. Termasuk tuduhan dari Komika Ernest Prakasa yang menuduh bahwa Zakir Naik mendanai militan ISIS.

Dalam suatu kesempatan di Jakarta belum lama ini, Zakir Naik kepada sejumlah wartawan Muslim, termasuk wartawan Voa Islam menjawab tuduhan tersebut. Zakir Naik meminta agar para penuduh melakukan proses klarifikasi (tabayyun) kepada dirinya.

“Allah menjelaskan dalam Al Qur’an surat al Hujurat ayat 6. Jika menerima informasi, sebaiknya dilakukan tabayyun terlebih dahulu. Sebab, kalau tidak, akan merugikan seseorang. Seperti kita ketahui, musuh-musuh Islam selalu menggunakan cara untuk mencegah saya datang ke suatu negara dengan tuduhan membawa paham radikalisme dan terorisme,” jelas Zakir Naik.

Zakir Naik melanjutkan, “Kalau saya dibiarkan masuk ke Indonesia, ada pihak yang tidak suka, jika puluhan ribu, ratusan ribu bahkan jutaan orang akan tertarik pada Islam. Pesan damai yang saya sampaikan dihadapi dengan membangun citra negatif tentang saya.”

Menurut Zakir Naik, tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya terlalu mengada-ada. Zakir menantang bagi siapa pun yang dapat menemukan bahwa ceramah-ceramahnya mengajak kepada radikalisme dan terorisme.

“Hingga saat ini, saya sudah memberi ceramah lebih dari 2000 kali. Saya jutsru  akan menantang jika ada ceramah yang mempromosikan radikalisme, ekstrimisme, dan terorisme. Yang selama ini terjadi adalah orang-orang yang suka memotong-motong ceramah saya, seperti halnya memotong ayat Al Quran. Sebagai contoh, jangan dirikan shalat saat mabuk. Tapi dipotong, kalimatnya menjadi jangan dirikan shalat,” ungkap ulama asal Mumbai, India ini.

Selanjutnya, Zakir bercerita bahwa dirinya telah menerima penghargaan (award) dari pemerintah beberapa negara. Ia pernah mendapat penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi.

“Dua tahun lalu (2 Maret 2015), saya menerima penghargaan tertinggi dari Pemerintah Saudi King Faisal Award, semacam Nobel Prize dalam dunia Islam untuk pelayanan kepada Islam. Apakah mungkin, Kerajaan Saudi Arabia yang memiliki intelijen negara memberi penghragaan tertinggi kepada seorang teroris?” ujar Zakir Naik.

Kemudian Zakir Naik menerima penghargaan dari Uni Emirat Arab (UEA). “Saya juga menerima penghargaan tertinggi kedua dari Penguasa Dubai dari keluarga al Makhtoum. Apakah mungkin Penguasa Dubai yang juga memiliki intelijen negara, memberi penghargaan tertinggi kepada seorang teroris. Itu pun tidak mungkin. Itu semua itu hanya propaganda negatif saja,” terang Zakir Naik.

Zakir Naik juga mendapatkan penghargaan dari pemerintah Malaysia. “Tiga tahun yang lalu, saya juga menerima penghargaan tertinggi dari Kerajaan Malaysia, apakah intelijen negara tidak tahu kalau ada seorang teroris diberi penghargaan. Itu mustahil. Saya banyak menerima undangan dari Kepala Negara Islam di seluruh dunia, apakah mungkin mereka mau mengundang dan bertemu dengan seorang teroris? Baru kali ada seorang penerima penghargaan sebagai orang yang  tertuduh. Orang itu hanya Zakir Naik,” beber Zakir Naik. [www.tribunislam.com]

Sumber : voa-islam.com

Sebarkan...