Sopir Keluarga Ahok Klaim Terdakwa Tidak Pernah Marah


Sopir Keluarga Ahok Klaim Terdakwa Tidak Pernah Marah

Saksi fakta kedua, yakni sopir keluarga terdakwa penista agama Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, Suyanto mengaku mengenal Ahok sejak masih lajang di bilangan tahun 1989. Saat itu, Suyanto mengkaku masih menjadi caddy saat Ahok bermain tenis.

Dari awal, Ahok kata dia, kerap memberikan nasehat kepada dirinya. Salah satunya soal kebiasaan buruknya agar tidak keluar malam.

"Dikasih nasehat Pak. Jangan suka nakal, apa istilhanya, saya dulukan pulang sering malam," kata Suyanto pada persidangan ke-14 Ahok di Auditorium Kementan, Jakarta Selatan, Selasa (13/3).

Hingga akhirnya dia pun diangkat menjadi supir keluarga Ahok. Selain sering dinasehati, Suyanto mengklaim dirinya tidak pernah dimarahi oleh Ahok. Klaim ini dilontarkannya menjawab pertanyaan hakim yang mempertanyakan sikap emosional Ahok.

"Kalau marah enggak Pak," kata Suyanto.

Suyanto membeberkan kisahnya bahwa dia adalah sopir di perusahaan yang dipimpin Ahok di Kabupaten Belitung Timur, di PT Nurindra Eka Persada. Namun pada tahun 2003, Suyanto yang hanya lulusan SD keluar dari perusahaan tersebut.

Walau sudah keluar, lanjut Suyanto, hubungan dia dan keluarga Ahok tetap terjalin. Suyanto menjadi sopir keluarga Ahok hanya kalau dibutuhkan saja.

Selama menjadi supir Ahok dia pun mengklaim kerap mengantar Ahok ke rumah keluarga Ahok yang beragama Islam.

"Saya pernah bawa jalan-jalan ke tempat keluarganya yang bergama Islam, kunjungan, melihat gurunya, melihat gurunya yang sakit," demikian Suyanto. [www.tribunislam.com]

Sumber : rmol.co

Sebarkan...