Penangkapan Pemimpin Aksi 313 Dinilai Tidak Logis


Penangkapan Pemimpin Aksi 313 Dinilai Tidak Logis

Anggota Komisi Hukum dan Perundang-undangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Abdul Chair Ramadhan menilai bahwa dugaan makar yang dituduhkan kepada KH Muhammad Al Khattath, pimpinan Aksi 313 dan juga sekretaris jenderal Forum Ummat Islam (FUI), tidak logis.



“Kami (Advokat, red) datang ke sini, karena untuk meminta kejelasan saja, tentang apa dan bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi. Apa alasan-alasan hukum sehingga ditangkap dan ditahannya KH M Al Khattath,” ujar Choir di depan Mako Brimob Kelapadua, Depok, Jumat (31/3).

“Apa alasan-alasan yuridis penahanannya, karena Aksi 313 ini kan aksi super damai, dan dijamin undang-undang, jika ada dugaan makar, maka ini adalah suatu hal yang menurut saya tidak logis,” imbuhnya.

Ia menilai bahwa penangkapan ini terkait dengan Aksi 313. Dia menegaskan bahwa Aksi 313 yang digelar di depan Istana hanyalah umat Islam ingin menyampaikan aspirasinya secara khusus terkait dengan kasus pemberhentian Basuki Tjahaja Purnama dari jabatan Gubernur DKI Jakarta.

“Ini tidak ada kaitannya dengan mufakat makar, ini tentu fitnah yang berlebihan, tidak dibenarkan dalam sistem hukum di Indonesia yang mengacu keadilan persamaan dimuka hukum dan pemerintahan hak-hak asasi. Karena seseorang itu dijamin haknya dan kemudian dilakukan kriminalisasi berupa penangkapan dan penahanan, ini kami minta penjelasan terhadap penahanan beliau,” pungkasnya.

Diketahui, sudah ada 10 advokat yang menunggu ‘giliran’ masuk ke dalam Mako Brimob untuk mendampingi Kh Al Khattath.[www.tribunislam.com]

Sumber : kiblat.net

Sebarkan...