Musadeq pemimpin Aliran Sesat Gafatar divonis lima tahun penjara



Musadeq pemimpin Aliran Sesat Gafatar divonis lima tahun penjara
Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur menjatuhkan hukuman lima tahun penjara potong masa tahanan kepada pimpinan gerakan fajar nusantara (Gafatar), Ahmad Musadeq alias Abdussalam.
"Terdakwa Ahmad Musadeq alias Abdussalam terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja di muka umum perbuatan yang bersifat penodaan terhadap suatu agama di Indonesia sebagaimana dakwaan ke satu," kata Ketua Majelis Hakim PN Jakarta Timur, Muhammad Sirad dalam agenda sidang pembacaan putusan, di PN Jaktim, seperti dikutip dari Antara, hari ini.

Dalam kasus ini, Ahmad Musadeq berperan sebagai "guru spiritual" ormas Gafatar dan Negeri Karunia Tuhan Semesta Alam Nusantara. Ahmad Musadeq ditangkap pada Mei 2016. Lima bulan sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri menetapkan Gafatar sebagai organisasi terlarang.

Selain Musadeq, hakim juga menjatuhkan hukuman terhadap dua terdakwa lainnya, yakni Mahful Muis Tumanurung dan Andry Cahya masing-masing dijatuhi hukuman lima tahun dan tiga tahun penjara dipotong masa tahanan terkait dakwaan yang sama.

Vonis hukuman ini lebih rendah dari tuntutan jaksa. Jaksa menuntut Ahmad Musadeq dan Mahful Muis dengan hukuman 12 tahun penjara atas kasus penodaan agama dan makar. Sementara Andry Cahya yang merupakan putra Musadeq dituntut 10 tahun penjara.

Menurut majelis hakim, ketiga terdakwa terbukti telah melakukan perbuatan penodaan agama yang melanggar Pasal 156a huruf a KUHP Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Sementara dalam dakwaan kedua, yakni dakwaan melakukan perbuatan makar yang diatur dalam Pasal 110 ayat 1 KUHP Jo Pasal 107 Ayat 2 KUHP Jo Pasal 64 Ayat 1 KUHP, ketiganya tidak terbukti bersalah. "Terdakwa tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagaimana dakwaan kedua," ujar M. Sirad. [www.tribunislam.com]

Sumber : rimanews.com

Sebarkan...