Majelis Hakim Berikan Waktu Dua Pekan untuk Hadirkan Saksi, Kubu Ahok “Memelas”


Majelis Hakim Berikan Waktu Dua Pekan untuk Hadirkan Saksi, Kubu Ahok “Memelas”

Ketua Majelis Hakim Dwiarso Budi Santiarto memberikan waktu dua minggu kepada tim kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk menghadirkan ahli dan saksi tambahan dalam kasus dugaan penodaan agama di persidangan.

Pernyataan itu pun memicu reaksi keberatan dari pihak kuasa hukum Ahok lantaran jumlah ahli dan saksi tambahan masih ada sekira 18 orang, meliputi tiga ahli yang tercantum dalam berkas dan 15 saksi tambahan.

Menjawab keberatan kuasa hukum Ahok, Dwiarso mengatakan pihaknya akan menggelar sidang dua kali sepekan meski nantinya sidang berjalan hingga larut malam.

"Kami sediakan dua kali sidang lagi. Tapi sidang sampai jam 12 malam," kata Dwiarso dalam persidangan di Auditorium Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (21/3/2017).

Menanggapi hal itu, penasihat hukum tetap meminta agar saksi-saksi yang dimiliki ini dapat dihadirkan pada empat kali persidangan.

"Kalau saudara minta empat kali kami iya kan. Tapi sidang seminggu dua kali, kita maraton," timpal Dwiarso.

Dwiarso menyatakan, perkara yang menjerat mantan Bupati Belitung Timur itu harus diputus sebelum bulan puasa Ramadhan atau akhir Mei 2017. Sebab berdasarkan Surat Edaran Mahkamah Agung (Sema) persidangan tak boleh lebih dari lima bulan.

"Dan kita sudah susun kalender, kalau bisa sebelum puasa kita sudah putus. Bulan puasa kan sekitar akhir Mei," jelasnya.

"Kami mohon diberi waktu untuk melakukan rundingan," ujar salah satu penasihat hukum Ahok.[www.tribunislam.com]

Sumber : okezone.com

Sebarkan...