Ketahuilah, Sidang Ahok Susahkan Orang Banyak


Ketahuilah, Sidang Ahok Susahkan Orang Banyak

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) meminta agar persidangan kasus dugaan penodaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dikebut.


Ketua majelis hakim Dwiarso Budi Santiarto mengatakan, persidangan seharusnya tak boleh lebih dari lima bulan. Sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA).

Tak hanya itu, sidang yang digelar di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta Selatan ini diakui Dwiarso sudah mengganggu banyak pihak.

"Karena saya lihat juga banyak keluhan baik dari masyarakat yang memakai jalan karena kemacetan, dan pegawai di gedung ini. Kita harus toleran juga pada mereka," ujar Dwiarso dalam persidangan, Jalan RM Harsono, Jakarta Selatan, Selasa (21/3).

Pada persidangan ke-15 ini, kubu Basuki alias Ahok menghadirkan tiga saksi ahli. Mereka masih memiliki tiga ahli lain yang tercantum dalam berkas dan 15 saksi tambahan. Sehingga total saksi yang masih ingin dihadirkan sebanyak 18 orang.

Tim penasihat hukum Ahok meminta agar sidang dengan agenda mendengarkan keterangan ahli ini digelar empat kali lagi. Namun majelis hakim menawarkan, jadwal diperpadat meliputi persidangan dua kali masing-masing sampai pukul 12 malam, atau sidang digelar dua kali dalam seminggu.

"Saya kira saudara (penasihat hukum) dan jaksa sudah tahu yang dipertimbangkan majelis ini bukan banyak-banyaklah (jumlah saksi ahli), tapi mutu atau bobot keahlian yang dihadirkan," jelas Dwiarso.[www.tribunislam.com]

Sumber : jawapos.com

Sebarkan...