KEJAMNYA, Nenek Usia 93 Tahun Dipaksa Mengemis Kena Hujan Panas, Uangnya Diambil Pemuda Ini


KEJAMNYA, Nenek Usia 93 Tahun Dipaksa Mengemis Kena Hujan Panas, Uangnya Diambil Pemuda Ini

Pemuda yang memaksa nenek-nenek untuk mengemis di jalan raya di Kota Semarang ditangkap polisi. Dia kini ditahan di Mapolrestabes Semarang dengan tuduhan mengekesploitasi orang.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Wiyono Eko Prasetyo mengatakan penangkapan pemuda itu dilakukan setelah adanya laporan masyarakat terkait dugaan eksploitasi nenek-nenek.

"Videonya sudah viral di Youtube. Kemudian kami dari unit PPA bertindak cepat turun ke lapangan dan mengamankan korban serta pelaku yang diduga mengeksploitasi," ujarnya.

Hasil penyelidikan, uang hasil mengemis dimanfaatkan pelaku untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Hasil mengemis Rp 50 ribu-Rp 60 ribu per hari. Sebanyak Rp 40 ribu diambil. Kata pelaku untuk ditabung. Tapi ternyata dipakai untuk makan, ngopi, ngrokok, dan membayar sebagian uang kos. Uangnya dititipkan di sebuah warung. Jika siang korban dan pelaku makan siang di sana," kata Wiyono.

Dari penangkapan pelaku, diamankan uang sebesar Rp 600 ribu yang dititipkan di warung. "Pelaku dikenakan undang-undang tindak pidana perdagangan orang dengan ancaman hukuman minimal tiga tahun, maksimal 15 tahun. Pelaku terbukti mengeksploitasi korban dan memanfaatkan hasilnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sendiri," ujarnya.

AKBP Wiyono mengatakan pihaknya masih mengembangkan kasus ini untuk mengetahui apakah ada pelaku atau korban lain. "Pelaku sempat berkelahi dengan orang lain karena berebut si korban. Karena si korban bisa menghasilkan uang. Kami masih kembangkan kasus ini," ujarnya.

Sementara itu, Mbak Ita, sapaan akrab wakil Walikota Semarang Hevearita G Rahayu mengatakan bahwa Mbah Supini akan tinggal sementara di Rehabsos Amongjiwo.

"Tadi pas saya ngobrol, Mbah Supini maunya pulang ke Grabag, Magaleng. Nanti akan kami fasilitasi kepulangan Mbah Supini," ujarnya. Ternyata Mbah Supini sudah berusia 93 tahun. Pemuda yang mengaku cucunya itu bernama Suwarno. Suwarno bukan siapa-siapa atau tak ada hubungan keluarga dengan nenek tersebut. Suwarno yang diduga telah melakukan eksploitasi nenek itu sudah dua kali mengambil nenek tersebut dari Rehabsos Amongjiwo.

Pelaku, kata Ita, sudah dua kali mengambil Mbah Supini di Amongjiwo ketika terazia Satpol PP. "Ini menjadi catatan bagi Dinas Sosial agar teliti betul mengembalikan orang yang terazia ke keluarganya. Harus dibuktikan dengan kartu keluarga. Ini pelaku ngakunya sebagai cucu tapi ternyata tak ada hubungan kekeluargaan dan sudah tertangkap dua kali kemudian tetap disuruh ngemis lagi," ujarnya. [www.tribunislam.com]


Sumber : tribunnews.com

Sebarkan...