Jawara Betawi: Kehadiran Ahok Membuat Tanah Betawi Berantakan, Perilakunya Tak Mencerminkan Pemimpin


Jawara Betawi: Kehadiran Ahok Membuat Tanah Betawi Berantakan, Perilakunya Tak Mencerminkan Pemimpin

Sejumlah massa dari berbagai ormas masih setia mengawal proses sidang kasus dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), hingga sidang ke-16 hari ini, Rabu (29/3) di Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

Salah satunya adalah elemen masyarakat yang tergabung dalam kelompok Jawara Betawi.

 Dalam orasinya, salah seorang perwakilan Jawara Betawi mengatakan, kehadiran Ahok telah membuat tanah Betawi menjadi berantakan, karena perilakunya yang tidak mencerminkan seorang pemimpin.

Karena itu, sang orator yang mengenakan pakaian serba hitam ala pendekar itu menyerukan agar seluruh warga merapatkan barisan dan terus mengawal dan menuntut para penegak hukum untuk memenjarakan Ahok.

Pasalnya, apabila calon gubernur DKI nomor urut dua itu dipenjarakan, maka tanah Betawi akan aman.

"Ahok lah gara-garanya Jakarta jadi berantakan. Siap kita kawal terus sidang penistaan agama? Kita kawal untuk tuntut Ahok masuk penjara. Insyah Allah Ahok masuk penjara, Jakarta aman," tegas dia dalam orasinya.

Dia menegaskan, bahwa Jakarta merupakan milik seluruh warga negara dari manapun juga, sehingga sudah sepatutnya dijaga.

"Save Betawi, Kita jaga Betawi sebagai kota kita. Kita jaga Betawi siapapun orangnya, mau suku manapun, Jawa, Sunda, Kalimantan, rakyat manapun kita adalah sama, karena Jakarta adalah tempat kehidupan kita bersama, kita adalah saudara," kata dia. (rmoljakarta)[www.tribunislam.com]

Sumber : umatuna.com

Sebarkan...