Gereja Anglikan Australia Malu Dengan Ribuan Pelecehan Seksual


Gereja Anglikan Australia Malu Dengan Ribuan Pelecehan Seksual

Gereja Anglikan Australia telah menyatakan rasa malu yang mendalam atas atas pengungkapan pemerintah yang menunjukkan bahwa hampir 1.100 orang telah mengajukan keluhan soal kekerasan seksual terhadap anak yang dikaitkan dengan gereja.

"Kami sangat malu, baik dalam cara yang telah kita lakukan maupun cara yang tidak kita lakukan," kata Sekretaris Jenderal Gereja Anne Hywood selama sesi Komisi Royal ke Pelecehan Anak di Sydney.

"Ini memberitahu kita bahwa setiap proses yang kami punya di tempat tidak mencegah pelaku bekerja di Gereja kita, sebagai pendeta dan pemimpin awam dan, dalam peran yang paling dipercaya untuk merawat anak-anak kita, sebagai guru dan pekerja muda," tambah Hywood.

Dalam laporan itu diketahui bahwa keluhan yang diidentifikasi dilayangkan kepada 569 pendeta Anglikan, guru, dan relawan seperti yang dituduhkan pelaku. Ada juga 133 dugaan pelaku yang perannya di Gereja yang tidak diketahui.

Laporan itu mengatakan sebagian besar korban, yang telah mengajukan klaim kekerasan seksual anak terhadap Gereja selama periode 35-tahun, telah berusia sekitar 11 ketika mereka dilecehkan.

Penyelidikan yang ditunjuk pemerintah sebelumnya telah mendengar bahwa tujuh persen dari para imam Katolik yang bekerja di Australia antara tahun 1950 dan 2010 yang pedofil dituduh melakukan kejahatan seks anak.

Beberapa kasus yang melibatkan para imam predator yang ditempuh melalui jalur hukum.

Laporan komisi mengatakan 1.082 orang telah mengajukan keluhan antara tahun 1980 dan 2015 sekitar 1.115 dugaan insiden saat mereka berada di bawah asuhan Gereja Anglikan. Beberapa insiden terjadi pada tahun 1950.[www.tribunislam.com]

Sumber : rmol.co

Sebarkan...