Fadli Zon Protes DPR Disebut Lembaga Terkorup


Fadli Zon Protes DPR Disebut Lembaga Terkorup

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, memprotes hasil survei Global Corruption Barometer 2017 oleh Transparency International Indonesia (TII) yang menempatkan DPR sebagai lembaga paling korup di Indonesia.


“Saya tidak sependapat kalau DPR RI dituduh terkorup. Yang bertanggung jawab adalah anggota DPR RI, bukan lembaganya. Saya kira secara institusional tidak (korup),” kata Fadli Zon di Gedung DPR RI, Jakarta, hari ini.

Hasil survei TII tentang lembaga paling korup yang dilakukan pada 25 April hingga 27 Juni 2017 itu, 54 persen responden menyebut DPR, menyusul kemudian birokrasi dengan 50 persen, DPRD 47 persen, Dirjen Pajak 45 persen dan Kepolisian 40 persen. Survei dilakukan dengan metode wawancara tatap muka dan telepon terhadap 1.000 responden di 31 provinsi, dengan margin of erorr 3,1 persen.

Fadli beralasan, dilihat dari porsi anggaran dari APBN, DPR mendapat alokasi paling kecil dibandingkan dengan lembaga eksekutif, yakni 0,01 atau 0,02 persen dari total APBN.

“Jadi kalau mau diperiksa, periksalah pengguna anggaran terbanyak (eksekutif). Kalau DPR itu bukan pengguna anggaran, itu kesekjenan. Jadi kalau kita mau menggali lebih, potensi terbesar terjadinya korupsi adalah di lembaga yang memilik anggaran yang besar yaitu di eskekutif, bukan legislatif,” kata Fadli menambahkan.

Politisi Gerindra ini juga mempertanyakan dasar dari survei TII yang menempatkan DPR RI sebagai lembaga terkorup. Apalagi DPR RI tidak ikut serta dalam pembahasan satuan tiga dalam rapat-rapat di DPR RI. Justru yang mengetahui dan menyusun detail satuan tiga adalah lembaga eksekutif.

“Saya belum lihat juga sejauh mana, bagaimana dia melakukan survei apakah dia hanya melalui berita-berita yang ada di media atau memang melakukan satu proses investigasi sampai sistem dan mekanisme yang ada di dalam lembaga seperti di eksekutif dan legislatif,” kata Fadli.[www.tribunislam.com]

Sumber : rimanews.com

Sebarkan...